AZURA
  • WpView
    Reads 457
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Wed, May 13, 2020
"Kenapa Mom membohongiku?" tanya Azura pada Erika yang sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit. "Maafkan Mom Zura." jawab Erika pada Azura yang sedang duduk di atas lantai dengan air mata yang selalu jatuh. "Dimana kembaranku Mom?Dimana Mom menyembunyikannya?" tanya Azura masih dengan air matanya. Erika yang semakin lemah menjawab. "Mom tidak tau Zura. Dia di culik saat ia berumur 2 bulan sayang,Maafkan Mom tidak bisa menjaga adikmu Zura." "AZIRAAAAAAA" Teriak Azura ketika tau semuanya. "Kenapa harus dia mom?kenapa?!siapa yang menculiknya Mom?!kenapa aku harus dipisahkan mom?!" "Mom ti-dak tau Zu-ura,pe-mmban-ttu itu yang me-mbawa Aaa-zir-ra pergi. Balaskan den-dam Mom Zurr-aaa." . . . . . . . . . . Kepo?di follow dulu dong,baru baca.
All Rights Reserved
#38
azura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between us
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • 𝐀𝐆𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍
  • Baby Canny
  • Putus Or Mampus? [ Terbit]
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫
  • VEXYOPATH
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Obsesi My Brother | SELESAI
  • You Always Mine, Edrea.

Januka Arshad tumbuh dalam diam. Anak yang terlalu sering ditinggal, terlalu lama menunggu pelukan yang tak pernah datang. Dibesarkan di antara suara pertengkaran, janji palsu, dan dinginnya kasur kosong... ia jadi ahli menyembunyikan luka di balik senyum kecil yang dipaksakan. Sampai suatu sore yang muram, di bawah hujan dan di halte yang sepi, ia bertemu Serena-gadis bermata helang yang sinis, tajam, dan seolah paham rasa sakit tanpa harus dijelaskan. Serena tidak menunggu siapa-siapa. Ia berhenti berharap sejak lama. Bedanya dengan Januka hanya satu, Serena sudah mati rasa, sementara Januka masih menggenggam sisa-sisa harapan. Mereka tertawa bersama. Saling menyembuhkan. Hingga pada akhirnya, kebenaran datang seperti petir yang menyambar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines