Different

Different

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo tahu nggak, selama ini gue selalu mikir kalo nggak bakalan ada seorang cewek pun yang bakalan bisa ngisi ruang kosong disini." Kata Glen sambil menunjuk dadanya Seorang cewek berkaca mata mengerutkan keningnya, tangannya lalu menuliskan sesuatu diatas kertas note yang selalu dia bawa. 'Terus? Hubungannya sama aku apa?' Glen tertawa. Cewek ini ..... benar-benar tidak peka, ya? "Ya adalah. Lo tau nggak, setelah gue kenal sama lo, hidup gue rasanya udah kayak hampir kiamat kalo nggak ketemu lo walau cuma sehari. Bahkan, waktu gue deketan sama lo dan ngomong kayak gini, rasanya ada yang nendang-nendang dada gue. Sesek sih, tapi gue suka," jeda, "jadi .... lo mau nggak ngisi ruang kosong dihati gue?" Senyum si cewek berkaca mata memudar. Apa ini? Apakah ini pernyataan cinta? Tapi ... bagaimana jika Glen tahu soal penyakitnya? Nggak ada jaminan kan Glen akan selalu ada disisinya? Dia bimbang. 'Apa kamu yakin sama keputusanmu? Aku cuma nggak mau ngerasain sakit hati lagi. Aku juga nggak mau kamu malu punya pacar penuh kekurangan kayak aku.' Tulisnya. Glen tertawa, lagi. Apa dia pikir Glen akan meninggalkannya hanya karena dia bisu? Tentu saja tidak! Glen tidak akan pernah sanggup meninggalkannya. "Ya nggaklah, gimana? kamu mau kan?" Si cewek benar-bebar bingung. Apa yang dia lakukan? Haruskah dia memberitahu Glen tentang penyakitnya? Tapi .... Aaaaarrgghh!! Benar-bebar membingungkan. Lalu, apa yang akan terjadi pada mereka berdua? Yuk baca, siapa tau suka.
All Rights Reserved
#247
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • THE CLIMB [Completed]
  • ALYA (END)
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • ON SIGHT (Completed)

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines