GREY

GREY

  • WpView
    LECTURAS 48
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 14, 2020
Stevano Akasha Ravish,atau yang kerap dipanggil Ravish.Lelaki polos yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Tanaya Radha Caira,atau yang kerap dipanggil Tanaya ataupun Naya.Gadis pemilik mata sabit dan satu lesung pipi dibagian kiri,sifatnya yang keras kepala membuatnya sering mendapat berbagai masalah. Erlangga Pranadipta Wijaksana,atau yang kerap dipanggil Dipta.Lelaki tampan yang memiliki 'eyes puppy',berbadan tinggi dan memegang jabatan atas ketua basket di SMA Prima. Kisah mereka dimulai sejak Tanaya yang mulai biasa saja atas keberadaan Dipta,yang tak lain adalah lelaki yang ia sukai semasa kelas sepuluh.Dan keberadaan Ravish mulai mengubah hidupnya karena sifat polos yang dimiliki lelaki itu membuat Tanaya mau tak mau merasa geregetan sekaligus kesal. "ngapain pacaran?,enakan sekalian nikah.Iya,'kan?". -Ravish. "duh,Rav.Kelamaan home schooling,lo". -Tanaya. "boleh minta wa nya?".-Dipta "download aja di PlayStore".-Tanaya.
Todos los derechos reservados
#771
chenle
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Possesive Playboy
  • Ivory Heart
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • Friendzone
  • RAKASYA [TERBIT]
  • TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi)
  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido