ABAH
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Ini bukan kisah utama tentang seorang ayah. Bukan pula kisah ayah yang bagaikan pahlawan kehidupan. Ini hanyalah kisah, dimana seorang anak mengenang ayahnya. Yang ia panggil dengan sebutan "Abah". Ketika hanya kenangan yang mampu mempertemukan mereka. Sebab sesuatu tragis telah menimpa Abah tercinta. Dan inilah kisah, yang akan membuat kita belajar. Bahwa mulia bukan hanya terletak pada kesempurnaan raga. (6 Mei 2020)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibawah Naungan Cinta
  • 12 Bujang Abah ✓
  • LANGIT END
  • perjalanan cinta rumit
  • About kevin (End)✅
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Golden Hide
  • Haru Ungu Cinta Viola
  • Dandelion [TERBIT]
  • KARA

Alex, lelaki hebat yang lahir dari kesederhanaan. Mampu menjadi teladan yang baik untuk orang-orang terdekatnya. Hidup serba kekurangan, tidak pernah membuatnya mengeluh, atau bahkan tidak terima dengan takdir yang Tuhan berikan kepadanya. Jauh dari itu, semua keterbatasan hidupnya dijadikan sebagai pedoman hidupnya. Bagaimana arti menghargai orang lain, menjaga perasaannya. Semua rasa sesak dalam hatinya, dipeluk erat-erat. dihilangkan dengan kesibukan-kesibukan. Menjadikan waktu sebagai penawar, atau bahkan obat pilu hatinya. Semuanya berkat ibu, yang tidak pernah berkecil hati. Dengan keterbatasan hidup yang dimilikinya. Ibu tidak pernah menyerah, bekerja banting tulang untuk pendidikan Alex, hingga menjadi pribadi yang tulus, serta hebat dalam mengabdikan dirinya kepada Negara. Sekali lagi, semuanya hanya lahir dari hati yang tulus, ketulusan itu sendiri. Cinta tidak akan kemana, di belahan dunia manapun, terlupakan sekalipun. Semuanya akan baik-baik saja, akan bersama bila tiba waktunya. Tidak perlu di pikir hingga rumit, membuang air mata karena menangisinya. Sungguh tidak perlu, cinta itu sendiri yang akan menemukan kita. Kapanpun, bila waktu itu telah benar-benar tepat untuk kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines