SANG WAKTU

SANG WAKTU

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2020
Banyak hal yang ingin saya sampaikan namun tak lebih sekedar melalui doa, ada rindu Yang akan saya sampaikan namun tak lebih hanya dari sebuah kata. Bahkan sampai sekarang, ada banyak rahasia tuhan Yang belum saya ketahui. Meminta kembali tidak mungkin, bahkan sudah mengemis untuk ia kembali sejenak , namun tetap nihil, tuhan, semesta, dan sang waktu tetap tak mengizinkan. Perbedaan menjadi penghalang terbesar untuk bersatu,Jadi siapa yang tidak adil? sang waktu? atau Aku yang hanya menganggap semuanya tak seimbang? Apakah aku salah jika aku egois demi membela diri ku sendiri? Oh sang waktu. Boleh kah kau ajak aku kokembali kemasa yang ku ingin kan? Aku muak dengan semua drama yang hadir saat ini-nisya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • frendzone Or Bad Boy?!
  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • AGALA SABUMI
  • Memories Of Us [TAMAT]
  • I Love My Little Sister
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Hidden love At School
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines