Kisah Maira

Kisah Maira

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
Gimana rasanya saat kamu tau, pacarmu sendiri tidak menyukaimu, tidak ada rasa sedikit pun dengannmu. Mungkin itu yang di rasakan Maira Ruby Azila saat ini, seorang gadis yang masih berumur 17 tahun. Maira menyukai Dafa dengan tulus. Tapi apa ini, Maira diputuskan oleh Dafa di saat hari anniversary mereka. Di satu sisi, Maira mencoba untuk melupakan Dafa, walaupun hati kecilnya menolak. Tapi di sisi lain, ada seseorang yang menyukainya dengan tulus, selalu ada saat Maira butuh, dan Maira nyaman bersamanya. Bisakah Maira melupakan Dafa dan mencoba menyukai orang lain?. Jujur, Maira tidak bisa melupakan mantan pacarnya itu. Penasaran sama cerita ini? Baca yuk dan jangan lupa vote+coment nya ya
All Rights Reserved
#111
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • AURORA [END]
  • Berkisah Untuk Berpisah (On Going)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Twist of Fate
  • Reynand
  • ARIEANNA
  • RAHASIA DIBALIK TATAPANMU [END]

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines