Unconditionally Love

Unconditionally Love

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 17, 2025
Siapa bilang cinta saja sudah menjamin bahwa sebuah ikatan bisa bertahan selamanya? Cinta itu kata sifat bukan kata kerja, tak terlihat tapi butuh pembuktian. Apakah seperti adikku pada game kesayangannya? Atau seperti ayah pada motor antik miliknya? Mungkin ibu pada bunga-bunga peliharaannya? Aku tidak tahu seperti apa. Yang jelas, ketika merasakannya aku ingin itu tidak sepintas saja. Secepat ayah meninggalkan ibu dan secepat aku lulus dari sekolah tinggi dan tumbuh dewasa sampai lupa bahwa ibuku menua. Aku sadar tiada cinta yang abadi di dunia. Kecuali, ibuku padaku. Sampai suatu hari dia berkata; "Kamu harus cari pendamping hidup. Kehilangan ayahmu tidak harus membuatmu trauma akan cinta. Percayalah, Nak... cinta ibu pada ayahmu tidak serumit isi kepalamu."
All Rights Reserved
#142
literatur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • You're Here, But Not For Me
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Cinta Yang Sesungguhnya (Completed)
  • Membumi(Tamat)
  • Fragmen
  • REGATHAN [END]

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines