Seven Heroes Who Saved the World

Seven Heroes Who Saved the World

  • WpView
    Leituras 52
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento1h 57min
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, nov 20, 2020
WpInfo
Não Ficção
Cerita ini menggambarkan sebuah 7 Dunia yg saling terhubung dan memiliki nama nama tersendiri yaitu Manusia, Hewan, Elf, Peri, Arnip, Zarith, dan Iblis. demi menjaga perdamaian 7 Dunia, dibuatlah sebuah organisasi bernama "World Defend Forces ( WDF )". namun tujuan yang sebenarnya selain menjaga perdamaian yaitu mengalahkan Raja Iblis, Sejak dulu Dunia Iblis tidak pernah ingin berdamai dan selalu membuat kekacauan dan kehancuran Dunia lainnya. Sebelum menjadi anggota WDF, mereka harus lulus dari Sekolah Hero agar dapat Memenuhi persyaratan untuk masuk sebagai anggota WDF. tanpa bakat kekuatan atau adanya bakat kekuatan mereka bisa masuk ke Sekolah Hero tanpa merasa diskriminasi. Disinilah awal cerita dimulai, Dunia yang penuh akan kejaiban dimana beberapa orang memiliki bakat kekuatan yang terpendam pada diri mereka, Masing masing memiliki keunikan tersendiri, namun agar bakat kekuatan tersebut dapat dikendalikan dibentuklah Sekolah Hero. Dimana semua anak muda di 6 Dunia dengan bakat atau tidak, dapat mengendalikan potensi mereka dan juga sebagai jalan menuju perdamaian 7 dunia. namun perbandingan angka itu sebanding dengan angka kejahatan bakat kekuatan yang ada yaitu 50/50. Itulah tujuan sebenarnya Sekolah Hero yaitu membimbing para Anak Muda agar bisa menggunakan bakat kekuatan untuk kebaikan bahkan walaupun tanpa bakat kekuatan mereka memiliki potensi tinggi untuk mencapai tingkat setara dengan WDF Orang yang bernama Radya yang diberi julukan Si Dingin Pembawa Masalah merupakan seorang anggota Divisi 12. Bersama dengan Dephan sahabatnya sesama Divisi 12, mereka menghadapi berbagai masalah yang mereka buat sendiri. Namun entah kenapa masalah tersebut selalu dianggap oleh Radya fan Dephan hanyalah masalah keseharian di dunia mereka. Dengan bakat mereka yang luar biasa, mereka akan selalu menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang tidak mungkin dipikirkan orang lain. Catatan : diharapkan menggunakan imajinasi yang kuat agar dapat dirasakan dengan baik.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • CIK TENGKU & TUAN BODYGUARD | COMPLETE
  • Three Legends S2 [END]
  • Lukisan Rintik
  • HIGH SCHOOL HEARTBEATS
  • reservoire; Ketika Wabah Berakhir
  • DUNIA EKSPERIMEN
  • Bayang di Balik Seragam
  • A Promise

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo