Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2020
"Sayang, aku akan pulang pertengahan bulan ini. Tunggu aku di taman biasa ya." ucapan itu yang berbisik di telinga seorang wanita yang sedang duduk di kursi taman menunggu seseorang datang, sudah 2 jam ia menunggu. Namun, kenyataannya lelaki itu tak kunjung datang. Sementara hujan akan segera turun. 2 orang yang saling menjaga kini dipertemukan kembali, bagaimanapun keadaannya, jika tuhan sudah menghendakinya, mereka akan dipertemukan kembali. Dalam sebuah hubungan yang sah, dalam sebuah hubungan pasti banyak lika-likunya, tak semua berjalan lurus kedepan. Salah satunya ketika ada seseorang yang datang didalam kehidupan mereka. Akankah mereka bahagia? atau malah terluka?
All Rights Reserved
#140
anauhibbukafillah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Waiting SOMEONE
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • HE'S COMEBACK
  • Maaf untuk Berpisah
  • Langit Tak Bertemu Bumi
  • Yuki
  • Dear, You My Heart

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines