Bersamamu kapten

Bersamamu kapten

  • WpView
    LECTURAS 415,127
  • WpVote
    Votos 23,757
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 14, 2021
"Liburan kali ini pihak kampus akan mengirim 1 mahasiswa dan 1 mahasiswi terpilih untuk mempelajari serta mengamati pendidikan kopassus selama 7 bulan" ucap rektor yang sedang berpidato dimimbar Aula. Ada beberapa mahasiswa yang bersorak senang, namun tak sedikit pula yang keberatan. Siapakah yang terpilih ? Apa yang akan terjadi? "Apakah ini takdir atau hanya sekedar kebetulan? Atau ini adalah jalan cerita dari Tuhan untuk menyatukan 2 manusia yang tak saling kenal?" Kapten Adnan
Todos los derechos reservados
#7
tni
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pasukan Tiga Belas Harapan
  • 3 Koala Betina (GxG)
  • Quarter Love Crisis
  • Orang Ketiga
  • Rekahan Luka (TERBIT)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • TENDEANSTRAAT

‎Kata orang, masa-masa kuliah itu paling indah. ‎ ‎Isinya nongkrong, tugas dadakan, rebutan colokan di kelas, makan mi instan di akhir bulan, ketawa tanpa alasan jelas, dan pulang bawa cerita baru tiap hari. ‎ ‎Tapi ya, hidup nggak pernah sesimpel itu. ‎ ‎Di balik semua lelucon receh, ada mimpi yang diam-diam dikejar. Ada keluarga yang jadi alasan buat bertahan, sekaligus bikin sakit di hati. Ada rahasia yang tidak pernah benar-benar diceritakan ke siapa-siapa. Ada ketakutan yang selalu datang, meski nggak pernah diundang. Ada juga teman yang diam-diam sedang berusaha bertahan, meski dunia rasanya semakin berat untuk dipikul. ‎ ‎Semua terlihat baik-baik saja. ‎ ‎Masih bisa ketawa bareng. ‎Masih suka saling ledek. ‎Bisa nyebelin satu sama lain, tiap hari. ‎ ‎Padahal, masing-masing lagi berjuang melawan cerita hidup sendiri, yang bahkan kadang sahabat terdekat pun tidak tahu. ‎ ‎Coba bayangin, kalau rahasia-rahasia itu akhirnya terbongkar semua? ‎ ‎Masih bisa ketawa bareng nggak, ya? Atau justru kebersamaan yang selama ini terasa seperti rumah yang perlahan retak dan runtuh? ‎ ‎Soalnya, jadi dewasa itu ternyata bukan cuma soal umur. Lebih soal bagaimana tetap melangkah, meski hati sudah capek dan pengin nyerah berulang kali. ©imyouraraa_, 2025

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido