LCDP X - The Demon's House

LCDP X - The Demon's House

  • WpView
    Odsłon 88
  • WpVote
    Głosy 5
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja śr., maj 6, 2020
WpInfo
Literatura Faktu
Demon, dulunya merupakan salah satu ras terkuat di Variterra. Namun eksistensi mereka lenyap setelah digenosida oleh pasukan Aliansi. Semenjak saat itu demon dan kerajaannya tak pernah terlihat lagi. Paling tidak begitulah anggapan dunia. Tapi kenyataannya masih ada segelintir demon yang berhasil selamat dan bertahan hidup. Dan mereka berjuang untuk mencari rumah baru, di mana mereka bisa memulai kehidupan kembali. ------------------------------------ Cerita ini diikutsertakan ke lomba LCDP X dalam rangka ulang tahun LCDP ke-10. Baca cerita lainnya di eliteralcdp.wordpress.com.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#12
ras
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • The Curse Of Mahana (End)
  • {WN} White Online I
  • LORD DEVIL : the rising of the king's heart✓ (PROSES REVISI)
  • Reinkarnasi For Betrayal [On Going]
  • TRANSMIGRATION OF VILLAINS
  • Starlight [ complete ]
  • Noir Ascent
  • ESPINA DE ROSA I : The Shattered Crown [ON GOING]

"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści