180°
  • WpView
    OKUNANLAR 5
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadYetişkinTamamlanmış Hikaye Çar, May 6, 2020
Laksamana Natasya Afra. Bisa dibilang sedikit aneh nama gue haha, tapi ya buet gue itu ga masalah. Gue malah sangat suka nama gue sendiri, unik, lucu, dan gemesin. Ya menurut gue gatau menurut kalian hehe. Disini gue punya cerita masa lalu yang membuat gue benci dan ga bisa gue maafin. Anak kecil? lemah? ya itu lah gue mau kalian ga suka atau apapun gue nyaman jadi diri gue yang sekarang. Btw keluarga gue sedikit berantakkan semenjak sikap gue berubah menjadi 180°. Alay sekali ya mereka hehe. Sampai dimana gue terpkasa harus pindah ke Bogor ya karena gue ikut bokap gue, seneng ga seneng ya harus gue terima. Asal kalian tau gue punya 1 adik perempuan ya sangat nakal dan rese hehe. Sebenernya gue suka sama anak kecil tapi ngga sama yang ini hehe. Akhirnya gue bisa melupakan masa lalu gue karena 1 sosok yang gue rasa dia mirip dengan masa lalu gue, awal gue ketemu ketika gue mulai sekolah di sekolahan baru ini. Anak cowo yang so ganteng dan sangat ngeselin. "Gue Abam, Abam Bramasta anak dari yang punya sekolah ini" sambil tersenyum manis. Penasaran bukan bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Natasya akan bisa melupakan masa lalunya? dan apakah Abam bisa membuat Natasya bahagia dan menyembuhkan luka masa lalunya?
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • DANADYAKSA
  • Hati Yang Beku
  • Arsyilazka
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • DIA ADALAH NAJA
  • Di Masa Putih Abu - Abu
  • FALLING IN LOVE
  • dimana janji tersebut

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi