Story cover for Dandelion by putritegalll
Dandelion
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 06, 2020
"Cinta itu bagaikan setangkai dandelion. Saat bunganya luruh satu demi satu terhempas angin. Saat itu pula kamu tidak bisa berharap dia akan kembali." Ucap gadis berkuncir itu

"Kalo seperti itu berati waktunya kamu mencari cinta baru yang tidak akan luruh walau terhempas angin kan?" Tanya lelaki didepannya membuat gadis ini memandang kearahnya berharap lelaki tersebut mengerti bahwa dirinya menunggu sebuah jawaban

Lelaki itu tersenyum "lo tau ga hal yang bikin gue lemah selemah lemahnya?" Tanyanya dibalas gelengan oleh gadis itu

"Ngeliat lo mandang gue dengan tatapan menunggu seakan akan nuntut gue buat memperjelas apa arti ucapan gue sebelumnya. Kaya sekarang gue kalah dari lo" ucap lelaki itu tersenyum tulus.
All Rights Reserved
Sign up to add Dandelion to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
AL AL GANG [Complicated] by rtnkrtsr
34 parts Complete
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.
You may also like
Slide 1 of 10
No Longer Mate cover
My Heart cover
AL AL GANG [Complicated] cover
AGAVAN (H I A T U S) cover
U are cover
PACARNYA BOO (Sudah Terbit) cover
KEYNANDO™ ✔ cover
I Don't Wanna Fall in Love Again cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover
You Are The One cover

No Longer Mate

38 parts Complete

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021