Dandelion

Dandelion

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2020
"Cinta itu bagaikan setangkai dandelion. Saat bunganya luruh satu demi satu terhempas angin. Saat itu pula kamu tidak bisa berharap dia akan kembali." Ucap gadis berkuncir itu "Kalo seperti itu berati waktunya kamu mencari cinta baru yang tidak akan luruh walau terhempas angin kan?" Tanya lelaki didepannya membuat gadis ini memandang kearahnya berharap lelaki tersebut mengerti bahwa dirinya menunggu sebuah jawaban Lelaki itu tersenyum "lo tau ga hal yang bikin gue lemah selemah lemahnya?" Tanyanya dibalas gelengan oleh gadis itu "Ngeliat lo mandang gue dengan tatapan menunggu seakan akan nuntut gue buat memperjelas apa arti ucapan gue sebelumnya. Kaya sekarang gue kalah dari lo" ucap lelaki itu tersenyum tulus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAVAN (H I A T U S)
  • No Longer Mate
  • I Don't Wanna Fall in Love Again
  • HALOALKANA
  • Paper Plane
  • KEYNANDO™ ✔
  • Dear You
  • U are
  • Guard Your Hearts
  • AL AL GANG [Complicated]

[Revisi setelah selesai] "Tha, lo pernah ngerasain rasanya berharap tapi nggak bisa memiliki?" "Gw? pernah, tapi cuma sekali." "Oh ya?, terus lo gak mau gitu mencoba lagi?" "Nggak, karena menurut gw hal itu sia-sia dan cuma nyiksa diri lo sendiri nantinya." "Lo yakin? Emangnya lo udah tanya ke orang yang lo harapin? Lo yakin kalo dia gak berharap juga?" "....." . . Hayyo, gimana tuh lanjutannya.... . . Hallo semua mampir ya ke dalam sebuah cerita ini, karena disini emosi kalian akan dipermainkan. Dan juga jangan lupa tinggalin jejak ya, Untuk VOMENTNYA di tunggu, karena itu berarti banget buat aku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines