
Sebuah perjalanan waktu, mengajarkanku meniti kerasnya batu dunia, menghalau derasnya bumi, menangkap panasnya bara, merenung menatap pelangi, dan menangis menghirup udara langit... . . . Ini aku tentang aku si benalu suci, putih dan biru didalam darahku, layaknya seperti terompah kayu, mati tak berarti hidup tak dihargai, di rangkul dengan kaki, sebagai penopang tiada arti.All Rights Reserved