Story cover for I-NOTE (On Going) by ZaiZai
I-NOTE (On Going)
  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado may 06, 2020
Di umurku ke dua puluh tahun, aku mengalami banyak masalah dalam hidupku. Mulai dari melepaskan mimpi, bekerja untuk keluargaku, dan sejak aku lahir, aku tidak pernah menjalin kasih dengan laki-laki.

Aku selalu merasa sendiri.

Tak seorang pun bisa mengerti perasaanku. Aku seperti makhluk nokturnal. Namun, satu hari, seorang nenek tua memberiku sebuah buku berwarna biru, yang dapat mengubah hidupku dan menjadikan hidupku yang sebelumnya membosankan menjadi berwarna.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir I-NOTE (On Going) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#108inspirasi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur de capybara12037
30 partes Concluida Contenido adulto
⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. (khususnya area part tengah hingga akhir!) Sebuah kisah tentang luka, tubuh yang direnggut dari pemiliknya, dan cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan... tapi untuk bertahan. Zoe pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan. Tapi setelah menjalani pernikahan yang dingin tanpa sentuhan, dan kemudian jatuh ke dalam pelukan yang menjelma jerat kekerasan, satu-satunya yang tersisa hanyalah tubuhnya yang remuk dan jiwa yang nyaris padam. Ketika hidupnya di ambang kehancuran, dua laki-laki dari masa lalu dan kemungkinan masa depannya datang mengetuk: Irwan, lelaki yang pernah mencintainya dalam diam, Dandy, sahabat lama yang menjadi jangkar dalam badai. Tapi cinta, kadang tidak cukup ketika luka terlalu dalam. Di saat Zoe mencoba bangkit, Fandi-lelaki yang menyiksanya, menyatakan cinta lewat kekejian, kembali menghantui. "Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur" bukan sekadar kisah tentang trauma dan kekerasan seksual, tapi tentang bagaimana seorang perempuan perlahan merebut kembali hidupnya. Bukan dari tempat yang utuh, tapi dari reruntuhan- dari retak-retak yang ia jahit sendiri, sambil menangis, sambil bertahan. Karena terkadang... untuk sembuh, seseorang tidak butuh ditarik keluar dari gelap. Ia hanya butuh seseorang yang mau duduk bersamanya di sana, hingga ia cukup kuat untuk berdiri sendiri.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur cover
Kumpulan Kisah INSPIRATIF (#1) cover
MORALLESS cover
My Baby Sitter 『YuSion』✔️ cover
PENGALAMAN KU, KISAH DIA cover
Dangerous Healing [M] ✔ cover
Paper Hearts cover
FATED cover
THE MISTER cover

Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur

30 partes Concluida Contenido adulto

⚠️ Peringatan: Cerita ini mengandung banyak adegan dewasa dan seksual eksplisit yang tidak cocok untuk pembaca di bawah usia 17 tahun. Harap bijak dalam membaca. (khususnya area part tengah hingga akhir!) Sebuah kisah tentang luka, tubuh yang direnggut dari pemiliknya, dan cinta yang datang bukan untuk menyelamatkan... tapi untuk bertahan. Zoe pernah percaya bahwa cinta bisa menyelamatkan. Tapi setelah menjalani pernikahan yang dingin tanpa sentuhan, dan kemudian jatuh ke dalam pelukan yang menjelma jerat kekerasan, satu-satunya yang tersisa hanyalah tubuhnya yang remuk dan jiwa yang nyaris padam. Ketika hidupnya di ambang kehancuran, dua laki-laki dari masa lalu dan kemungkinan masa depannya datang mengetuk: Irwan, lelaki yang pernah mencintainya dalam diam, Dandy, sahabat lama yang menjadi jangkar dalam badai. Tapi cinta, kadang tidak cukup ketika luka terlalu dalam. Di saat Zoe mencoba bangkit, Fandi-lelaki yang menyiksanya, menyatakan cinta lewat kekejian, kembali menghantui. "Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur" bukan sekadar kisah tentang trauma dan kekerasan seksual, tapi tentang bagaimana seorang perempuan perlahan merebut kembali hidupnya. Bukan dari tempat yang utuh, tapi dari reruntuhan- dari retak-retak yang ia jahit sendiri, sambil menangis, sambil bertahan. Karena terkadang... untuk sembuh, seseorang tidak butuh ditarik keluar dari gelap. Ia hanya butuh seseorang yang mau duduk bersamanya di sana, hingga ia cukup kuat untuk berdiri sendiri.