Makhluk Kecil Tak Berjarak

Makhluk Kecil Tak Berjarak

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, May 8, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Ini kisah tentang Nina dan Rani dalam menghadapi wabah penyakit yang disebut 'Makhluk Kecil Tak Berjarak' mari lihat kisahnya. Bacanya perlahan saja, resapi, kemudian buka mata hati. Ini cerpen yang awalnya hanya tugas sederhana, sesederhana cerita ini. Semoga suka dan selamat membaca! :) -pj
All Rights Reserved
#844
2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Path Diffrent
  • Awal hijrahku
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • Meraih Surga Bersamamu [SELESAI]
  • Diary Corona
  • Takdirku Untukmu (END)
  • Faisal & Nisa
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Nasyazhar || My husband in this world and the hereafter (HIATUS)

PLAK! Suara Tamparan keras menggema sepanjang lorong sekolah. Kaay diam termangu dengan tatapan kosongnya, menyorot tidak percaya atas tamparan kuat yang baru saja Raina layangkan. Telinganya berdengung nyaring, "k-kak..." "Lo!" Tunjuk raina penuh kebencian, tepat di depan wajah kaay. "Manusia paling jahat! Yang pernah gue kenal." "Lo egois!" "Lo munafik!" "Lo nggak punya hati!" "Dan gue benci sama lo." Raina langsung pergi begitu saja sambil menuntun rayyan, meninggalkan kerumunan, dengan kaay yang masih diam ditempat, mengabaikan bisikan sumbang seluruh murid yang mengarah padanya. Kaay membalik badan, melewati mereka dengan ekspresi datarnya. Berjalan menjauh dengan langkah mantap tanpa menoleh, membuatnya menjadi buah bibir seantero murid. Mereka tidak tau, setiap langkah yang gadis itu hentakkan, maka saat itu juga buliran air terlepas dari bendungan kelopak mata yang sudah berusaha keras menahan serpihan rasa sakit dalam bentuk air mata. Secarik kisah romansa masa SMA yang menyeret dua saudara, dengan berbagai konflik yang tersedia. Persahabatan, perjuangan, dan pilihan, harus diambil untuk menentukan prinsip hidup kedepan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines