Story cover for The Another Walking Dead by Riski_150
The Another Walking Dead
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 07, 2020
Tanah Air kita, Indonesia. Dilanda oleh virus mematikan yang telah terjangkit kepada masyarakat-masyarakat di seluruh kota di Indonesia yang membuat mereka seperti Mayat Hidup atau bisa Kami sebut mereka "Zombie". dibalik cerita, Riski berumur 16 tahun yang telah ditinggalkan oleh keluarga mereka yang telah terjangkit virus yang sangat mematikan dan harus bertahan hidup sendirian melawan virus-virus tersebut. Apakah Riski dapat bertahan hidup dengan kondisi sekitar yang membahayakan bagi dia maupun orang lain? Atau Riski akan berakhir seperti keluarga dia?


By : Riski_150
Cerita ini cuma dari khayalan aing doang ° _° yaa maaf aj kalo ada yang aneh dalam cerita ini
Bagi pembaca mohon maaf atas kesalahan dalam cerita yaa walaupun agk aneh untuk dibaca.
All Rights Reserved
Sign up to add The Another Walking Dead to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Lovi Survivor by friendly-Boy
52 parts Complete Mature
apa yang kalian pikirkan tentang pandemi zombie? Pasti yang terbesit di pikiran adalah sebuah bencana di mana banyak sekali orang-orang yang ingin menyelamatkan diri, namun terkadang orang-orang yang memiliki keterbatasan disabilitas pasti terlupakan. Jarang ada sebuah cerita tentang pandemi zombie yang mengisahkan mengenai seorang penyandang disabilitas yang berusaha bertahan hidup. Padahal jika pandemi ini benar-benar terjadi di dunia, pasti para Survivor tidak hanya orang-orang awam. Namun orang-orang disabilitas juga, memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup. Baik mandiri, ataupun dibantu dengan orang-orang awam yang baik dan memang ingin membantu tulus dari hati sebagai sesama manusia. Baik orang tersebut merupakan orang yang dikenal, atau orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya sama sekali. Dan ini adalah kisah seseorang yang memiliki keterbatasan penglihatan Low Vision, namun berusaha bertahan hidup dari pandemi Zombie. Jangan terlalu berharap bahwa pandemi zombie itu akan selalu horor, karena ada banyak hal yang harus dilihat dari sebuah pandemi Zombie. Tidak hanya dari horornya saja, namun juga dari kesedihan, kehidupan sosial manusia, ego manusia, mental health, dan masih banyak lagi. Jangan terlalu berharap juga tulisan ini itu akan Rapih, karena Authornya juga merupakan penyandang Low Vision. Jadi kalau ada kesalahan dalam penulisan, tolong bimbingannya, ya. Cover by salah satu follower wattpad aku. Terima kasih bagi dia, salah satu follower wattpad aku yang mau bantuin aku, membuat cover ini.
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
You may also like
Slide 1 of 10
Lovi Survivor cover
OutbreaK (Wattys Winner 2018) cover
La Guerra (Tersedia Versi Cetak) cover
No Time To Die cover
SHE IS MY TWINS cover
How to Survive cover
Triple A (END + TR) cover
Saisei Suru Saibo cover
Can We Survive? cover
School scandal 1: Virus-J  cover

Lovi Survivor

52 parts Complete Mature

apa yang kalian pikirkan tentang pandemi zombie? Pasti yang terbesit di pikiran adalah sebuah bencana di mana banyak sekali orang-orang yang ingin menyelamatkan diri, namun terkadang orang-orang yang memiliki keterbatasan disabilitas pasti terlupakan. Jarang ada sebuah cerita tentang pandemi zombie yang mengisahkan mengenai seorang penyandang disabilitas yang berusaha bertahan hidup. Padahal jika pandemi ini benar-benar terjadi di dunia, pasti para Survivor tidak hanya orang-orang awam. Namun orang-orang disabilitas juga, memiliki kemungkinan untuk bertahan hidup. Baik mandiri, ataupun dibantu dengan orang-orang awam yang baik dan memang ingin membantu tulus dari hati sebagai sesama manusia. Baik orang tersebut merupakan orang yang dikenal, atau orang yang tidak pernah dikenal sebelumnya sama sekali. Dan ini adalah kisah seseorang yang memiliki keterbatasan penglihatan Low Vision, namun berusaha bertahan hidup dari pandemi Zombie. Jangan terlalu berharap bahwa pandemi zombie itu akan selalu horor, karena ada banyak hal yang harus dilihat dari sebuah pandemi Zombie. Tidak hanya dari horornya saja, namun juga dari kesedihan, kehidupan sosial manusia, ego manusia, mental health, dan masih banyak lagi. Jangan terlalu berharap juga tulisan ini itu akan Rapih, karena Authornya juga merupakan penyandang Low Vision. Jadi kalau ada kesalahan dalam penulisan, tolong bimbingannya, ya. Cover by salah satu follower wattpad aku. Terima kasih bagi dia, salah satu follower wattpad aku yang mau bantuin aku, membuat cover ini.