Never Enough

Never Enough

  • WpView
    Reads 507,635
  • WpVote
    Votes 31,915
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup Rachel begitu menyedihkan. Baginya tak ada yang lebih buruk dari tinggal satu atap dengan ayah tirinya yang suka berjudi dan ringan tangan. Penderitaanya pun semakin bertambah dengan banyak nya orang yang membullynya di sekolah. Kamus penderitaan Rachel sangatlah lengkap. Sampai akhirnya sebuah keanehan mendatangi kehidupan kelamnya. Tanpa ragu seorang pria tampan mendatanginya dan mengatakan bahwa dirinya adalah adiknya yang hilang 10 tahun lalu. Hell... Akankah Rachel menerima kenyataan tersebut atau justru lari tak tentu arah menghindari kenyataan? "Kami merindukan mu,baby shei." -Marvel & Arvel "Kami benar-benar kakakmu,princess" - Renando "Gue gak akan percaya! Bisa ajakan kalian hanya ingin memanfaatin gue!" -Rachel "Berhentilah berbicara omong kosong, queen. Kita punya bukti!" -Jason "Kau lupa padaku? Aku ini tunangan mu 12 tahun lalu..." -Regan "WHATT?!" Note: coba baca dulu aja siapa tau suka. Dijamin tidak mengecewakan!
All Rights Reserved
#2
newfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • 2 AYDEN ✓
  • REYNAT  [COMPLETED]
  • Summer we Meet
  • VIOLETTA QUEENZEE ALEXCANDRA
  • AUDREY
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • GOLDEN CAGE
  • Edgar Vaske
  • A R S E A N A

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines