Belajar hijrah (Diary Saila)

Belajar hijrah (Diary Saila)

  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 28, 2021
Raesha saila ardiningrum, gadis remaja yang harus mengahadapi banyak cobaan dalam dirinya. Saila yang mulai berhijrah, harus mendapat tentangan dari keluarga, cemooh dari tetangganya, dan masih banyak lagi. Namun, bukan berarti saila tidak ada yang menyayanginya. Banyak orang yang salut, bangga, dan menyayangi dirinya. Yaps Allah lah penolongnya, keluarga tak sayang dirinya setidaknya ada orang lain, atau bahkan keluarga lain yang menyayanginya. Metamorfosis memang harus berproses bukan?. Harus ada yang direlakan sementara untuk mendapatkan sesuatu yang indah dan in syaa Allah di ridhoi Allah untuk selamanya. Semoga kita semua dipanggil Allah dalam keadaan yang terbaik di jalan Allah dan selalu istiqamah.
All Rights Reserved
#1
saila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Me And His Hopes
  • pewaris yang terlupakan
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • •°My Precious Daughter°• END
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • RAKAYASHA
  • AIRA [On Going]
  • RAPUH!

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines