MIKE
  • WpView
    Reads 897
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing1h 24m
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 25, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
Tiga sekawan yang bercadang untuk bercuti ke sebuah resort bertukar kepada tragedi apabila mereka tersesat di hutan simpan yang berdekatan dengan resort tersebut. Tanpa mereka sedar, rupanya bukan mereka sahaja yang tersesat malah ada lagi tiga orang lelaki turut sama sesat. Sebuah rumah usang menceritakan segala-galanya. " aku tak nak kena makan dengan cannibal tu " - Nalysha " kau nak putus asa macam itu je ke?! " - Millicent " kalau bukan sebab rancangan kauorang nak hiking hutan simpan ni, memang aku tak akan ikut la! " - Claudie Seorang demi seorang diragut nyawa. Masih adakah peluang antara salah seorang dari mereka untuk keluar dari hutan simpan tersebut? Masih sempat atau tidak untuk mereka bertemu dengan orang tersayang? cerita ini di tulis oleh tiga orang rakan iaitu; 1) Ratul Nasrudin 2)Tun Aie-Shah 3) Wafaa Nabilah
All Rights Reserved
#193
seram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Bumi
  • My Best Mama
  • Darah Dalam Diam
  • Surat Tak Bernama
  • Shanarqie
  • Iblis Yang Mengetahui Nama Saya
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines