TAKDIR
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Siapa kira menjalin hubungan dengan manusia es bisa sehangat selimut dari kain wol, seromantis Romeo dan Juliet. Siapa kira rasanya bisa senyaman perasaan yang memandang keindahan alam. Bayangan akan perpisahan pun jadi tak pernah ada hanya karna ketidak mau taunya itu akan segala hal. Namun, apakah benar bagitu adanya? Akankah semanis itu pada akhirnya? Hanya takdir yang bisa menjawab, perbuatan apapun itu pasti akan kalah dengan yang namanya takdir. Hanya Tuhan yang tau akan jalan yang kita hadapi dikemudian hari.
All Rights Reserved
#197
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Kelabu Asa
  • Cinta Senja Sampai Ke Awan
  • Crossroads
  • SUNFLOWER (Dari Dua Sisi)
  • [END] Blind Rainbow
  • DIARY CINTA Calista

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines