Aku Harap Kau Tahu

Aku Harap Kau Tahu

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 10, 2020
Elnia terkejut ketika melihat orang yang ada di hadapannya kini. 'Untuk apa orang itu datang kemari? Dalam rangka apa ia kembali kemari? Apakah ia bermaksud untuk meminta maaf... atau..?' pikiran Elnia melayang-layang entah ke mana. Orang yang telah memberikan kebahagiaan sekaligus kekecewaan terbesar bagi Elnia. Bahkan melihat wajah nya saja Elnia tidak sudi. *** "Nia?" tanya sosok itu kepada Elnia. Andre yang merasa bahwa perkataannya telah dipotong langsung menoleh ke sumber suara. Di sana ada anak laki-laki berkacamata berbadan tinggi. Saat ini anak itu sedang membawa tas ransel di punggung, tanda ia baru akan pulang. Dari cara ia memanggil Elnia, Andre tahu bahwa orang ini sepertinya dekat dengan El. *** Tahukah kamu bagaimana rasanya jatuh cinta? Jika kamu bertanya padaku, maka aku akan menjawab, "Ya, aku tahu." Aku tahu dengan jelas rasanya jatuh cinta dan rasanya dikhianati oleh cinta itu. Ketika kau jatuh cinta, maka hatimu rasanya berjuta-juta kali lebih bahagia dibanding biasanya. Tapi di saat cinta itu mengkhianatimu, maka yang akan kau rasakan hanyalah kehancuran dan penyesalan. Ya, penyesalan karena sudah jatuh cinta.
All Rights Reserved
#909
schoollife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Sudah Terlambat ☑️
  • Sincerely, Milan
  • Key of My Happiness
  • I'm okay (END)
  • FIZYA
  • Let Me Love You Longer
  • DeaSea
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines