Perpection Of Love

Perpection Of Love

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Ada banyak wanita terpilih yg orangtua ku pilihkan.tapi aku menolaknya.andai kau tahu.aku menolak semua itu hanya untuk menunggumu berubah.menunggumu istiqomah.kau cinta pertama dan kuharap kau cinta terakhir ku.insya allah.aku sungguh mencintaimu.tapi jika kau tidak berubah.cintaku ini akan terbuang sia sia. I love you Sheila Maharani.. -Reano Kau bagaikan cahaya dalam kehidupan ku yg gelap.kau menerangi kegelapan sedikit sedikit hingga kegelapan pun menghilang.sekian lama aku hanyut dalam dosa.kau datang.kau bagai perantara untukku supaya aku memikirkan apa yang telah ku perbuat.dan mengingatkanku terhadap Allah swt.tuhan yang berhak disembah.kau lelaki impianku.Tuntun aku untuk menjadi wanita Sholehah.. Terima kasih M.Reano Mughni -Sheila
All Rights Reserved
#34
reano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not A Perfect Husband ✔
  • Rey = Ray
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Jannah.
  • Sekali Lagi (End)
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • SHEARAYLA
  • Meaning Of Love (End)
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku

Saat sebuah lamaran mendadak datang ke rumahku oleh Bu Lia, dengan begitu semangat aku menyetujuinya tanpa berpikir dua kali karena yang ada di bayanganku saat itu adalah berdiri berdampingan dengan senyum lebar bersama mas Herman, setidaknya itulah yang ku pikirkan sampai aku lupa untuk menggunakan pikiran dan akal sehatku, aku melupakan satu fakta penting bahwa anak Bu Lia bukan hanya mas Herman seorang!! Dan saat lamaran dadakan itu tiba, betapa terkejutnya aku, bukan mas Herman lah yang akan menikah denganku melainkan pria menyebalkan sekaligus penghancur masa remajaku yang bahagia. Rasanya aku ingin melarikan diri saja entah kemana, tapi ternyata tidak semudah itu melepaskan diri darinya dan ketika aku mempunyai alasan untuk melepaskan diri darinya, hati ini sudah enggan untuk pergi. *** ".... anaknya Bu Lia mau ngelamar kamu." "Hah?! Apa?!" mulutku seketika melongo, serius pak ustad itu ngelamar aku?! Ya Allah, sujadah mana? Aku mau sujud syukur, alhamdulillah ya Allah. "Aku mau kak! Aku mau!" jawabku dengan penuh semangat."Kapan dia mau lamar aku kak? kapan?! Sekarang juga boleh kak, aku udah siap, ya Allah. Aku siap kak!" ucapku semangat dengan senyum yang semakin melebar, bayangan tubuh gagahnya yang di balut tuksedo itu saja sudah membuat ilerku bergerak keluar, mahar surah Ar-Rahman pun aku mau ya Allah. *** .... kak Prita menuntunku menuju ruang tamu, aku melebarkan senyumku, disana ada Bu Lia, ada mas Herman, ada-- Tunggu, kenapa Randa memakai pakaian yang senada denganku?! Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?! Aku butuh udara, oksigen mana?! "Kak, kok dia pake baju yang sama kayak aku?" tanyaku tersedak, kepalaku tiba-tiba pening seketika. "Kan Randa yang ngelamar kamu," jawabnya yang seketika membuatku syok berat. *** Mari mampir ???????? ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines