Pondok Tembakau

Pondok Tembakau

  • WpView
    LECTURAS 437
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 28, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Ini bukan tentang manisnya hidup di pondok pesantren. namun kebalikannya. Bukan karena lembaga pondok pesantren. Namun karena santri-santrinya yang tidak bisa menjaga sikap mereka selama dipondok pesantren. (Cerita ini hanya fiktif belaka. jika ada kesamaan dalam latar tempat, nama, dan lembaga. mungkin itu ketidak sengajaan. mohon maaf untuk tidak memawa serius cerita ini)
Todos los derechos reservados
#63
hacker
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • ➹𝐒𝐚𝐬𝐮𝐍𝐚𝐫𝐮 ◇ 𝐁 𝐱 𝐁 || 𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝✔
  • HEARTBEAT (boyxboy)
  • SKYNANI (HIATUS)
  • L U K A
  • MENDADAK JADI SANTRI

Keluarga dengan 7 anak yang berbeda karakter. Dari si sulung yang tinggi bak tiang listrik, tak banyak bicara, tapi suka menganggap dirinya keren, anak kedua yang pandai kali bicara, banyak kawan, semua sudut kota sudah ia jelajahi, ketiga yang paling bandel, banyak idenya, tapi paling bersih dan rapi dari semua saudara perempuannya, keempat yang paling pendiam seribu bahasa, bisa bertahan di kamar seorang diri selama satu pekan bermodal handphonenya, si kelima, si ketua kelas tiap tahun, paling sat set, tanggap dengan banyak peluang mencari uang dari sudut pasar manapun, si keenam halus bahasa jawanya, sulit senyum lemahnya, akhir-akhir ini suka sekali selfie dengan ponsel barunya, paling bontot, anak kesayangan ibu, karena ia lahir dengan pengasuhan ibu, apakah bapak sudah tiada? masih. Tapi, hanya ia, satu-satunya anak di keluarga kami yang belum pernah keliling kota bersepeda ria dengan bapak, dan satu-satunya anak di keluarga kami yang tidak pernah absen sholat shubuh jamaah di masjid, semenjak ia bisa menggunakan sarung sendiri Buku ini, kumpulan kisah dari alumni santriwati Pondok Pesantren di Jawa Timur. Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Pesantren yang telah berdiri sekian tahun. Kami bukan keluarga dengan darah biru, keluarga biasa (bahkan terbilang miskin dalam status kelurahan) dengan bapak pensiunan wiraswasta usaha sewa buku, ibu dengan dagangan bubur bayi dan ayam tiap pagi. Bapak selalu mengulang nasihatnya, tak meminta kami menjadi kaya raya, bapak hanya meminta kami selalu menjaga persaudaraan, senantiasa di jalan pendidikan, bagaimanapun caranya, jangan jauh dari ilmu. Ketika sampai di pencarianmu, semoga kamu berhenti sejenak, ada banyak kisah mengharu biru disini, bukan membuatmu menangis. Tapi, mengajakmu bahwa, banyak kebaikan dan keajaiban manusia di alam raya. Ayo, kita rayakan bersama

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido