bunga Edelweiss Ku Tersayang

bunga Edelweiss Ku Tersayang

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
pernah kalian mendengar bunga keabadian cinta yaitu bunga Edelweiss bunga Edelweiss berada di puncak selatan gunung yang tinggi bercerita seorang pasangan yang hendak mendaki gunung yang ingin mengambil bunga itu untuk pacarnya. "Cintaku hanya untuk mu saja dan kita berada dalam satu jiwa yang abadi" Dan sampai suatu saat kau berubah! Semoga cerita ini menghibur untuk bembaca❤ Ini adalah cerita pendek baru yang saya buat mohon maaf bila ada salah dalam menyampaikan dan bila ada saran dan kritik bisa komen di kolom komentar ya Jangan lupa vote dan follow Terimakasih dan Selamat Membaca! Dan jangan COPY cerita ini ya Mohon hargai karya dari penulis🙏
All Rights Reserved
#135
gunung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • eternal flower
  • Three Targeted Girls!!
  • gus itu suami ku
  • My Queen from Southern Sea
  • Estar en Flor
  • Best Love Stories
  • SEBUAH USAHA MENCINTAI

Azelia adalah seorang gadis yang begitu mencintai alam. Alam adalah tempat ia merasa hidup, tenang, dan bebas. Dari gemericik air sungai, desir angin hutan, hingga wangi bunga liar yang bermekaran-semuanya menjadi bagian dari jiwanya. Namun, di antara semua keindahan itu, hanya satu bunga yang selalu mengisi mimpinya: *Bunga Keabadian*. Bunga legendaris yang dipercaya hanya tumbuh di puncak Gunung Aeloria, tempat yang sunyi dan suci, jauh dari jangkauan manusia biasa. Konon, bunga itu tidak boleh dipetik. Sebab siapa pun yang mencoba membawa bunga keabadian dari tempat tumbuhnya, cinta yang ingin ia persembahkan justru akan layu dan hilang arah. Namun jika seseorang membawa orang yang dicintainya ke tempat di mana bunga itu tumbuh, maka cinta mereka akan bersemi abadi-seperti bunga itu sendiri, yang tak pernah gugur meski waktu berlalu. Azelia memimpikan seseorang yang kelak akan membawanya ke sana. Bukan untuk memberikan bunga itu kepadanya, tapi untuk *berjalan bersamanya*, berdiri di hadapan keajaiban alam, dan memaknai cinta dalam keheningan yang tak butuh kata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines