Strong Girl Inaya

Strong Girl Inaya

  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Menceritakan tentang dua gadis kembar yg memiliki sifat yg berbeda, mereka terlahir dari keluarga berada. Anaya Aurelia Frandas, gadis cantik yang memiliki segudang prestasi, dan memiliki sifat manja terhadap keluarganya, gadis yang sering di sebut "quen of bully" maka dari itu. Banyak temen teman nya yang takut berhadapan dengan seorang Anaya Aurelia Frandas Inaya Aurelia Frandas, gadis yang baik tetapi ia memiliki otak yang dibawah rata rata, memiliki wajah yang beruntusan yang membuat gadis itu sering di bully. gadis itu lah yang sering di banding bandingkan dengan Anaya kembaran nya sendiri Karena memiliki sifat dan wajah yang berbeda itulah yang membuat mereka dibandingkan bandingkan, dan banyak yang bilang bahwa mereka bukan lah kembar Lalu apakah Inaya akan mendapatkan kasih sayang dari keluarganya? Atau malah Inaya akan merasakan sakit yg terlalu dalam?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Sejenak Luka
  • Paradise
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • AURORA : Beautiful but Dangerous!
  • SHERRA (ON GOING)
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • Satria Dirgantara [Complete]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines