SADHA
  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap kita akan selalu menemukan bahagianya. Entah hari ini, esok, ataupun di waktu yang tidak kita sangka. Tak ada satupun dari kita yang paham akan takdir kehidupan, kita di tuntut berjuang yang kadang hasilnya tak sesuai harapan. Tentang cinta yang kadang membuat bahagia, ternyata kecewanya juga lebih banyak. Dari Sadha dan Sakha kita akan belajar mengikhlaskan. Kita akan belajar tentang cinta yang sesungguhnya. Karena kita semua tau, sejuah apapun kita melangkah jika ditakdirkan bersama pasti akan bertemu juga.
All Rights Reserved
#14
sakha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • LUKA [END]
  • Ketika Pangeranku Bernama Baby Grey
  • Caramu mencintaiku.
  • Alshana
  • forget you
  • Bahagia & Luka (END)
  • 92,7 FM
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • ABIELA (short story, finished)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines