Silent Love

Silent Love

  • WpView
    LECTURAS 2,471
  • WpVote
    Votos 408
  • WpPart
    Partes 31
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 30, 2022
"Memilikimu itu seperti delusi. Hanya angan belaka" Haruskah aku biarkan tubuh dan hati ini sakit menunggumu? Cukup lelah sudah pikiranku tentangmu yang tak akan berujung. . . . . "Raff, lo pernah ngerasain friendzone?" "Friendzone? Gak pernah tuh. Kenapa? Lo difase itukah?" "Iya Raff, dan orangnya itu lo. Gak peka banget sih!!" gerutunya dalam hati
Todos los derechos reservados
#687
friend
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tingkat Tiga
  • Arsyilazka
  • 4A
  • RAVASYA [END]
  • BAD FATE (End✔)
  • Wrongly Love
  • NEYLASKARA
  • RAFIRA
  • R&B [COMPLETED]
  • Ar.

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido