Taman Siswa [Sudah Terbit]

Taman Siswa [Sudah Terbit]

  • WpView
    Reads 660
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 24, 2020
Bagaimana jika mimpimu itu mengharuskan kamu kehilangan keluarga, sahabat bahkan pasanganmu? Sebab mereka semua menentang habis-habisan mimpi itu? Sebab mimpimu itu terlalu berani hingga bisa merenggut masa depanmu? Apalagi hidup di masa penjajahan kolonial kala kelas sosial menjadi dasar penentu nasib dan masa depan kita. Kala segalanya tak sebebas saat ini. Kala nyawa bisa melayang kapan saja karena masalah-masalah runyam sampai sepele yang tidak disukai penguasa? Tapi Sena, gadis bangsawan putri bupati itu, nekat memilih jalannya sendiri! Jalan menuju mimpi berbahayanya, Mendirikan Sekolah untuk rakyat jelata! Apakah dia sanggup? Atau justru tergerus kedigdayaan penguasa?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Life
  • Dear, Mr. A
  • perjalanan waktu
  • Just Her
  • Hues of You
  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • The Legend Of My Hijrah
  • As We Are
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

Bukannya pergi ke alam baka setelah insiden penembakan yang ia alami, namun pada saat membuka mata, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria rupawan yang membayang tepat di atasnya. Ia dan pria itu sama-sama telanjang dan pria itu berada di atasnya karena sedang menyetubuhinya. Secara refleks, Isvara menonjok wajah pria itu kemudian mendorong tubuhnya agar menyingkir dari atasnya. "Apa yang kau lakukan!" raung pria itu. ****** Situasi dan keadaan macam apa ini? Belum selesai benaknya memikirkan tragedi penembakan yang ia alami, Isvara malah dihadapkan dengan kejadian aneh dan rumit. "Apa kau Raja Zeroun Xerxes Ivanovski? Apa sekarang aku berada di Kerajaan Amalis?" Isvara bertanya hanya untuk memastikan. "Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui," desis pria itu. "Sepertinya kau benar-benar kerasukan, Selir Isvara Lavanya," imbuhnya. Jawaban pria itu secara tidak langsung mengiyakan pertanyaannya. Isvara tercenung. Darah di wajahnya seolah tidak mengalir sebagaimana mestinya, wajahnya pucat pasi. Bagaimana mungkin ia berada di sini, di dalam buku fiktif kuno pemberian kakek buyutnya, tempat fiktif yang mungkin tidak tertera dalam peta dunia. ****** Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata. *Pictures in some chapters by pinterest. #1 in Indonesia 14/10/23 #1 in Takdir 18/10/23 #3 in Cinta 18/10/23 #1 in Reinkarnasi 20/10/23 #1 in Fantasy 23/10/23 #1 in Posesif 23/10/23 #1 in Romansa 30/10/23 #1 in Kingdom 07/11/23

More details
WpActionLinkContent Guidelines