We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Taman Siswa [Sudah Terbit]

Taman Siswa [Sudah Terbit]

  • WpView
    Reads 661
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 24, 2020
WpInfo
Fiction
Historical
Bagaimana jika mimpimu itu mengharuskan kamu kehilangan keluarga, sahabat bahkan pasanganmu? Sebab mereka semua menentang habis-habisan mimpi itu? Sebab mimpimu itu terlalu berani hingga bisa merenggut masa depanmu? Apalagi hidup di masa penjajahan kolonial kala kelas sosial menjadi dasar penentu nasib dan masa depan kita. Kala segalanya tak sebebas saat ini. Kala nyawa bisa melayang kapan saja karena masalah-masalah runyam sampai sepele yang tidak disukai penguasa? Tapi Sena, gadis bangsawan putri bupati itu, nekat memilih jalannya sendiri! Jalan menuju mimpi berbahayanya, Mendirikan Sekolah untuk rakyat jelata! Apakah dia sanggup? Atau justru tergerus kedigdayaan penguasa?
All Rights Reserved
#50
hero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • True Chingu
  • Dreamers [on-going + revisi]
  • Miracle of Life
  • The Legend Of My Hijrah
  • course of life
  • Dear, Mr. A
  • perjalanan waktu

(SETIAP BABNYA UDAH DI REVISI) Hema menikah dengan Akasha bukan karena ia mencintainya, tetapi karena rasa tanggung jawab yang mengikatnya pada keluarganya. Perekonomian keluarga yang semakin terpuruk,ayahnya yg jatuh sakit,kedua adiknya sedang bersekolah memaksa gadis itu untuk memilih jalan yang penuh pengorbanan. Akasha, yang dikenal dengan kekayaannya,pewaris keluarga harrington menikahi Hema bukan karena rasa cinta, tetapi karena terpaksa-sebuah pernikahan yang diperlukan agar ia bisa menjadi pewaris sah dari keluarganya dari perusahaan mereka harborstone estates dan itu hanya bisa ia warisi dengan ikatan jika Akasha segera menikah. Di bawah langit yang luas, di antara bentangan Akasha yang tak terbatas, mereka berdua berjalan menyusuri hidup yang penuh dengan maya-ilusi dan harapan kosong yang tak bisa mereka raih. Keduanya, terjebak dalam karma yang tak mereka pilih, menjalani takdir yang mereka rasa tak ada jalan untuk menghindarinya. Namun, di tengah perjalanan itu, apakah ada ruang untuk cinta yang sejati, atau hanya ruang kosong yang dipenuhi kepentingan dan keinginan yang tak pernah berujung?

More details
WpActionLinkContent Guidelines