My CEO is My Ex Boyfriend?

My CEO is My Ex Boyfriend?

  • WpView
    Reads 335
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 23 hours ago
"Brakkkkk.." dengan tiba-tiba pria dihadapan wanita itu mendorong bahu wanita itu sampai menabrak dinding lift dibelakangnya. pria itu memegang erat kedua lengan wanita itu. membuat wanita itu meringis kesakitan. wanita itu mendongak untuk melihat siapa orang yang dengan lancangnya memengang kedua lengannya sekaligus orang yang yang sudah mendorongnya tadi. wanita itu menatap tajam pria didepannya. bukannya terintimidasi dengan tatapan tajam wanita itu,pria itu malah mendekatkan wajahnya dengan wajah wanita itu. membuat wanita yang tadinya ingin mengucapkan sumpah serapahnya sekarang malah diam membeku. pria itu terus mendekatkan wajahnya hingga sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa cm. wanita itu bahkan sekarang bisa mencium aroma mint yang menguar dari mulut pria itu. "kau tak mengingatku??" ucap pria itu dengan nada rendahnya. wanita itu terkesiap dan kesadarannya mulai kembali. dengan cepat dan tepat wanita itu menendang selangkangan pria dihandapannya berbarengan dengan pintu lift terbuka lebar. pria itu meringis kesakitan. dengan cepat wanita itu keluar dan mulai berlari menjauh dari pria itu. "Aaaaaa.... masa depanku." teriak pria itu sambil memegangi selangkangannya dan masih bisa didengar oleh wanita itu. "eummm mampuss,cacat cacat tuh otong lu." ucap wanita itu pada dirinya sendiri,sangat puas melihat pria asing itu kesakitan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Harapan Bunga Terakhir
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Is LOVE
  • The Magic Door.
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • You're Here, But Not For Me

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah

More details
WpActionLinkContent Guidelines