Two Psychopatic Girl [On Going]

Two Psychopatic Girl [On Going]

  • WpView
    Reads 2,568
  • WpVote
    Votes 1,348
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 6, 2020
"Hah!Gu-gue ada di mana ini?gelap sama bau anyir lagi?" tanya Selina ketika sudah sadar dari pingsannya. "Gue gak tahan di tempat ini, siapa yang bawa gue kesini?gue mau balik." batin Selina yang hendak berdiri dari tempat ia duduk. Akhhh.... "Ini kenapa kaki sama tangan gue di iket begini?siapa yang udah berani nyekap gue di tempat seperti ini?" ucap Selina yang baru sadar kalo ternyata dirinya sedang di sekap di tempat ini. "Siapa yang nyekap gue ditempat ini?gue tau siapapun orangnya, lo pasti masih berada di sekitar sini. KELUAR LO!KELUAR SEKARANG!" teriak Selina. Plokk... Plokkk... Plokkk... Suara tepukan tangan dan tawa menggema di seluruh ruangan, yang membuat Selina menjadi ketakutan. Dari mana asal suara itu?Dan siapa? Penasaran sama ceritanya?yukk baca kelanjutannya. Jangan lupa follow wp aku juga. 🤗🤗
All Rights Reserved
#459
balas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Belia & Keandra (END)
  • (MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • AILAH(END)✅
  • Hurt ; Han Seungwoo ( END )
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Berlian Kagastra

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines