You Are My Destiny : SKY

You Are My Destiny : SKY

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
WpInfo
Fanfic
EXO
Ini cerita 3 wanita yang mengaduh nasib di kota gingseng. Tentang mereka yang selalu diombang-ambing oleh permainan takdir hingga menemukan takdirnya masing-masing. Tentang sahabat, luka, cinta dan juga takdir yang mempermainkan mereka. --- "Kai oppa, aku bingung deh sama orang yang ngisep sabu" "Sabu?" "Iya, sabu. Buat apa mereka ngisep sabu, kalo ngeliat kai oppa aja udah bikin candu" "Michyeoss-eo?" --- "Sehunie oppa, tau ga. Keknya kita pernah ketemu deh sebelum ini" "Gak tau" "Soalnya, ada jejak kaki oppa dihati aku. Eakkkss" "Ayo kerumah sakit jiwa!" --- "Chanyeol oppa?" "Apaan si!" "Kamu tau ga? Rasa sayang aku ke kamu tuh kek ngebatalin puasa pas jam 3. SAYANGGGG PAKEE BANGETTTT" "Gak tau, soalnya belom pernah puasa!" --- Cerita ini mengandung kata kata kasar yang ke uwuwu-an kaya perlakuan mantan. Silahkan dibaca, jangan lupa NIKMATI, RESAPI, RASAKAN, DAN HALUKANN!
All Rights Reserved
#167
kyungsoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Silent Tears
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • SHORT STORY || EXO
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • Perihal Sandwich(End)
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • my Hero, may be! ||  ᴶᵃᵉᴳⁱ [END]
  • MFS ✓
  • 36 days with you {saida} [End]

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines