Larik || NCT Dream

Larik || NCT Dream

  • WpView
    Reads 6,878
  • WpVote
    Votes 918
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 6, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Tentang 7 remaja yang memimpikan kebahagiaan Mark, anak sulung yang selalu merasa dirinya tak pantas Renjun, yang harus rela meninggalkan mimpinya Jeno, laki-laki yang membutuhkan sosok teladan Haechan, mengutamakan kebahagiaan kakak dibanding segala hal di dunia Jaemin, yang bermimpi mengajak nenek makan di kedai mie sederhana Chenle, yang membutuhkan perhatian orang tua, bukannya limpahan harta yang menurutnya tak berguna Jisung, remaja labil yang harus menahan sakit setiap hari di rumah Hanya sepotong kisah sederhana, tentang bagaimana rasanya menjadi mereka. Started: 08/05/20 End: -
All Rights Reserved
#119
nctff
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Go Home || NCT dream [SUDAH TERBIT]
  • Mel(ingkar) ✔
  • Kesan Terakhir [END]
  • ADARUSA | Park Jisung (TAHAP REVISI)
  • Dear Jeno [END]
  • Bertemu Lagi Nanti (Nct Dream)
  • Bitter Sweet [Markhyuck]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines