Limerence

Limerence

  • WpView
    LECTURAS 179
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 6, 2020
WpInfo
Fanfic
[Follow sebelum membaca] LIMERENCE merupakan suatu kondisi ketika tergila-gila dengan seseorang hasrat ingin memiliki dan selalu bersama menimbulkan perasaan egois yang mengharuskan kebahagian itu karenanya "Lo cantik, Manis, imut dan Lo milik gue" ucap Austin dengan santainya pada Nasya yang tercengang mendengar perkataannya "Gilaaaa! Pergi ngga Lo dari hidup gue!" Pekik Nasya "Gue ga akan pernah pergi selama Lo belom jadi milik gue, dan gue ngga akan ngelepasin Lo sampe kapanpun. Anggap aja gue jodoh Lo yang udah dikirim sekarang jadi Lo ngga usah jagain jodoh orang." Jawab Austin cengengesan. Karena Lo udah buat gue tergila-gila sama Lo jadi Lo harus tanggung jawab dan Lo harus Nerima konsekuensinya, yaitu jadi milik gue -batin Austin
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Winter
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Remember?
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]
  • Lygophile // On Going
  • Let Me Love You Longer
  • Limerence [Completed]
  • LUKA BIASA GADISKU
  • Obsessi Boyfriend
  • Important Figuran (END)
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido