Stay with me, Please!

Stay with me, Please!

  • WpView
    MGA BUMASA 93
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, May 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Semua berawal dari Ilona, "Tidaaaaaaaaak!!!, Ilonaaa.... bukankah kau yang mengusulkan untuk membuat ikatan janji persahabatan waktu itu?!!, ingatkah kamu, saat itu kau bilang kita semua tidak akan pernah berpisah, dan tidak ada yang bisa memisahkan persahabatan ini, tapii.. tapi kenapa?!" kenapa Ilonaaa... huaaaaaaargh" Naomi tibak bisa berkata kata lagi, dia tenggelam dalam penyesalannya. Naomi merasa terpukul dengan kepergian Ilona yang sangat tiba tiba ini. Hari itu aku juga tidak percaya dengan kabar yang kudapat, tetapi begitulah kenyataannya, tidak ada yang bisa mengubah kenyataan. Setelah hari itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi, semuanya semakin menjauh, semakin buram, sampai pada akhirnya yang tersisa dari persahabatan itu hanyalah pathetic love story. hey? dimana persahabatan yang dulu kita lalui bersama? dimana persahabatan yang menyenangkan itu?, apa yang sedang terjadi?, hari demi hari, kejadian demi kejadian terus terjadi, tuhaaaan... aku tidak tau apa yang harus kulakukan, please don't make me alone, let's go back to the good old days when we were child.
All Rights Reserved
#332
sadstory
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Everything Happens for a Reason
  • DeaSea
  • Maafkan Aku
  • AlfaNada
  • ✔ Dilemme XXX [NoRen] Revisi

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman