payung teduhku

payung teduhku

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Thu, May 21, 2020
Hujan Yang Menawan Menawanku di hatimu yang penuh akan sabana cinta, Tidak bersabar dan tak mau mengalah. Lembut sebab rasa dan cantik. Hujan Yang Menawan Menawanku dalam lingkup kebahagiaan yang tiada taranya, membuatku tertahan dalam keharusan aku mencintainya, dipaksa, namun tidak terpaksa. Hujan, kau cantik. Kau indah. Menawan sekali. Menawan dua hati di lembahmu, yang tak semua orang bisa menapak di sana. Hujan, aku ingin payung yang teduh Yang menaungiku dari peradaban dunia Yang meredam semua amarah yang pernah aku luapkan Yang sanggup mewadahi tangis dan jerit salahku selama aku menapak di duniamu...... Hujan, di manakah payung teduh itu ? Aku ingin meraihnya. Biarkan dia diam bersamaku selembar kertas tua bernoda tinta abadi tulisannya hanya untukmu hingga kini dan nanti
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • SAVIRA ( Tamat )
  • Pluviophile And Memories
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines