INVISIBLE

INVISIBLE

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Regan dalam ingatan Sekar itu cuman satu, calon suaminya di masa depan. Iya seingin itu Sekar jadi istri dari Regan. Cowo ganteng ketua BEM di kampus nya. Tapi sayang nya Regan selalu menghindar kalo dia dekatin apalagi waktu Regan tau Sekar bisa liat apa yang paling dia takuti, hantu. Sekar dalam ingatan Regan itu cuman satu, aneh. Saking aneh nya wajib banget buat di hindari terlebih dia bisa liat apa yang paling Regan takuti. Tapi emang takdir nya yang sial setiap dia ngehindari Sekar saat itu juga dia makin tertarik lebih jauh masuk dalam kehidupan cewe aneh itu. "Lo udah masuk list orang-orang yang wajib gue hindari." Regan mengatakan itu dengan penekanan di setiap katanya, berharap cewe yang satu ini ngerti kalo dia gasuka di deketin Sekar terlebih Sekar itu bisa liat hantu. "Yah tapi sayangnya lo udah masuk list orang-orang yang wajib gue sayang, jadi sorry gue ga bisa jauh-jauh dari Lo."
All Rights Reserved
#154
indrakeenam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • My Love Ketos❤
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Pushy Boy (Cowok Pemaksa) END
  • Dating Demi Gengsi
  • ALVANSA [Completed]
  • Kutukan Tumbal
  • Bukan Mantan Pacar
  • "Algantara Delano Arlaska"

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines