Tuan logika dan kaum perasa

Tuan logika dan kaum perasa

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Keharusan mengikhlaskan tanpa sempat memiliki Keharusan melupakan tanpa sempat sehati. Kamu tidak akan pernah bisa berhasil lupa jika kamu masih menganggap dia baik, menganggap dia berlaku manis hanya padamu, kadang kamu harus sedikit membuka mata, mencari tau, menggali realita bagaimana dia berperilaku kepada wanita lain. Saat semuanya jelas kamu ketahui, selamat kamu akan betemu puncak keberhasilan dalam mengikhlaskan. Jika Memaksa hati untuk lepas mencintai tidak ada solusi, Jalan terbaik adalah mengikhlaskan tanpa harus membenci, Memendam rasa sendiri, tanpa ada rasa ingin memiliki. Mengikhlaskan, Karna si tuan sudah menemukan yang selama ini dia cari, kawan ku pelabuhan terkahir hati nya. ~~~ Yu boleh mampir sini sini, yang sedang atau ingin melupakan, siapa tau cerita ini sedikit membuka dan melancarkan proses nya. Disini bakal aku sajiin gimana sih prinsip laki laki kebanyakan diluar sana, bcs banyak temen cowo ku yang bercerita hal itu, saat aku ketahui itu reaksi ku waktu itu terkejut dan heran. Dann dann dann hal itu semakin sangat membantu aku untuk segera beranjak dari kesedihan atas kehilangan, semoga kamu pun setelah tau ini bisa sama seperti ku yaa hehe. Ga maksa juga sih, tapi siapa tau bisa ngebantu gitu hehe. Enjoyyyy say🌙
All Rights Reserved
#225
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • TEOLOGI CINTA
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • Luka Yang Kurindu [mewgulf]
  • Love Is Gone [END] (Proses Revisi Bertahap)
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Turun Ranjang
  • flashback~

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines