Melodi Dua Dimensi [ON GOING]

Melodi Dua Dimensi [ON GOING]

  • WpView
    Reads 6,131
  • WpVote
    Votes 1,203
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 23, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
Ketika asa mulai terasa berjarak, dia datang dan melukiskan harapan yang tak pernah terpikirkan oleh Melodi sebelumnya. Dalam diamnya yang penuh makna, goresan kuas itu mewarnai kelam pada setiap detik yang berjalan. Nada-nada yang tercipta melantun begitu saja, mengiringi kesendirian Melodi beserta denting pianonya. Pada akhirnya, Melodi hanya menginginkan satu hal. Cinta. Dimensi yang memberikan kehangatan sekaligus luka tak kasat mata. 🌻🌻🌻 TRIGGER WARNING(s): self-injury, harsh words, and some sensitive issues. *pict from pinterest (@mayraarvizo)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sembagi Arutala
  • AFKARA [END]
  • Kwangya High [ ✓ ]
  • DENTING | Renjun ✅
  • Melody untuk Nadi [Jaeminju Fanfic]
  • TOXIC [ÆSPA X NCTDREAM]
  • [✔]RASENDRA [JAEMIN.Ver]
  • 7 Warna 1 Asa [END]
  • Kosan Malapetaka
  • Dear Trauma ! ✅

Sembagi Arutala. Nama yang begitu indah, bukan? Nama yang terdengar seperti doa-mengandung makna harapan, cita-cita, dan sinar rembulan di malam gelap. Namun, hidup pemilik nama itu tak pernah seindah artinya. Arutala-begitulah panggilannya. Seorang anak laki-laki yang tampan, pintar, dan tampak selalu ceria. Ia pandai menyembunyikan kesedihan dengan senyuman. Tapi di balik keceriaan yang dilihat orang, tersembunyi jiwa yang rapuh. Bahkan sangat rapuh. Arutala tidak pernah mengerti, kenapa keluarganya memperlakukannya seolah ia tidak ada. Ia tidak pernah tahu alasan di balik kebencian itu-ia hanya tahu bahwa sejak kecil, ia harus belajar menerima dinginnya pelukan yang tak pernah datang, tatapan yang tak pernah mengakui keberadaannya. Setiap hari, Arutala bertanya pada dirinya sendiri, "Apa salahku?" Ini hanyalah fiksi belaka. Jangan diseriuskan. Ide murni author. Publish : 2-4-24

More details
WpActionLinkContent Guidelines