L'Story [TAMAT]√

L'Story [TAMAT]√

  • WpView
    Lectures 885
  • WpVote
    Votes 186
  • WpPart
    Chapitres 48
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., sept. 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang. Seseorang bersikap puitis maupun melakonis. Bukan berarti dia patah hati. Bukan berarti dirinya telah disakiti. Terkadang. Itulah cara dia menyalurkan sebuah karya yang ia dapati. Jangan bersangka sangka. Kau tak tahu apa apa. Cukup tuhan dan dirinyalah yang dapat berprasangka terhadap apa yang ia rasa dan punya. -ms
Tous Droits Réservés
#50
hening
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Mahligai Sunyi
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Behind the Silence
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • untuk damai
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • Melepas Luka

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu