Poor love [On Going]

Poor love [On Going]

  • WpView
    Reads 29,246
  • WpVote
    Votes 3,002
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 14, 2025
Disebabkan oleh obsesi yang tak bisa dihentikan, Khansa harus merasakan pahitnya sebuah perjuangan. Ya, Perjuangan untuk kembali merajut mimpi bersama sang suami. Tak ada henti untuk sebuah pengandaian. Namun, yang di dapat hanyalah arti penyesalan. Tak ada lagi kepedulian, kasih sayang, atau bahkan cinta yang tersisa untuknya. Semuanya telah pergi bersama dengan angan yang hanya menyisakan takdir menyedihkan. Lalu apa yang harus ia lakukan? Oh Allah.. Segalanya menjadi begitu berat bagi Khansa. Rasa bersalah, kehilangan, kesepian, dan kesedihan, semua rasa itu kini mendominasi perasaanya. Namun, meskipun semua ini terasa menyakitkan, tapi percayalah bahwa Khansa masih sanggup untuk bertahan. Ya, setidaknya Khansa tidak akan menyerah memperjuangkan Fahri dengan penuh harapan. Sebab kini Khansa menyadari, bahwa Fahri bukan hanya seorang suami, tapi kehadirannya bagai sang mentari. Karena itu, Khansa berniat untuk menaklukkan hati Fahri, walau hatinya menangis tanpa henti. 🕊🕊🕊 Lalu, bagaimanakah dengan perjuangan Khansa? Akankah dia berhasil membuat Fahri kembali jatuh hati? "Perlu kamu tahu bahwa aku tak pernah bisa melupakan yang telah terjadi. Tragedi dimana kamu mencintai sepupuku sendiri, semua itu sudah menjadi alasan mengapa kita harus berhenti." - Fahri Akbar -
All Rights Reserved
#23
spiritualstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Story With You
  • Hafira Hijrah (End)
  • New Love
  • Insyaa Allah...
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Tomorrow With My Imam
  • Hati Sinta
  • Penghujung Takdir (selesai)
  • Kamulah Takdirku✔ (Pindah Ke Apk Kubaca)

Hijrah itu mudah kok. Yang sulit itu Rasa Siap nya, Rasa Malu nya, dan Rasa gengsi nya. "Arif melamar aku, kak." Ucap Putri sembari menunduk. Davanca terkejut kontan menatap Putri yang sudah menunduk dalam. Ada rasa sesak yang tiba-tiba saja menusuk jantung nya. "Oh, Arif.. dia orang yang baik dan," Davaca menatik napasnya sejenak. "Dia juga orang yang Shaleh. Arif pasti bisa membimbing kamu." "TERIMA SAJA." Putri mengangkat wajahnya perlahan menatap Davanca yang kali ini menunduk membalik-balik halaman bukunya. Putri berusaha mencerna jawaban Davanca. Bukan, Itu jawaban yang putri harapkan. Putri berharap Davanca menyuruhnya menolak Arif dan sebagai gantinya ialah yang akan menggantikan posisi Arif. Keduanya saling merasa sakit. Saling menyukai namun sama-sama tak ada yang berani, mengungkapkan isi Hati. Dapatkah Davanca dan Putri bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines