Separuh Lingkaran

Separuh Lingkaran

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
"Kembar tak selamanya sama, mereka juga punya ciri khas masing-masing, bahkan ada yang 180 derajat sangat berbeda, jadi loe nggak boleh secepat itu mendefinisikan mereka sama". Ucap rina pada dijah. " ah, duli amat deh, pokoknya tetap aja mereka sama, udah ah, males bahas ini lagi". ujar dijah "jah2, di tembak cowok seganteng dia tuh harusnya loe bersyukur, bukan malah kufur nikmat kaya gini". " Udah nyerocos nya?..., gue nggak mau aja jadi mainan mereka, dan gue nggak mau juga main-main sama yang namanya cinta, karena semua orang juga tau kan, kalau cinta itu manis nya di awal doang, ujung-ujungnya ya sengsara, gue mah lebih milih mencegah dari pada mengobati". ujar khadijah menjelaskan. begitu lah cuplikan kisah di cerita ini, seorang wanita sederhana yang sangat berhati-hati dalam menempatkan hati, masa lalunya yang begitu kelam, membuat ia tak mudah untuk memberikan hatinya. entah sampai kapan ia akan terus seperti itu, perjalanan hidup nya begitu rumit dijalani, hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mengubah dirinya 180 derajat...
All Rights Reserved
#268
anaksekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FLAMBOYAN
  • ARTAN
  • Be Mine, Because I Am Yours
  • JANUARGHA
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Imam Pilihan Appa [end]
FLAMBOYAN

Takdir, sekali bergerak, tak pernah bisa dihentikan. Ia mengalir seperti angin, tak terlihat, tak tersentuh, tapi mampu menggoyahkan yang paling kokoh. Bahkan seluruh kekuatan dunia pun tak mampu menahannya. Ia hanya datang... lalu mengubah segalanya. Begitulah kisah ini dimulai. Dengan dua tokoh utama yang mungkin bersatu, atau justru harus melanjutkan cerita di jalan masing-masing. Tak ada yang bisa memastikan. Apakah mereka akan menjemput bahagia bersama, atau belajar melepaskan demi kedewasaan. Mereka bagaikan dua tetes air dari sumber yang sama, tapi lahir dalam botol berbeda. Sama-sama jernih. Sama-sama murni. Namun tetap berbeda rasa, berbeda cerita. Ini bukan kisah cinta yang dipenuhi konflik besar. Ini tentang rasa-rasa kecil yang sering kita abaikan tentang harapan, kecewa yang tak meledak, tentang diam yang ternyata menyimpan banyak kata. Sebab dalam hidup, tak semua kisah perlu ribut untuk terasa berat. Kadang, justru sunyi itulah yang paling menyesakkan. Tak ada yang tahu akhir dari cerita ini. Tapi satu yang pasti: setiap hal yang terjadi, telah ditulis oleh takdir dengan sangat rapi dan rahasia. Selamat membaca... Semoga kamu merasakan hangatnya cerita ini seperti pelukan yang datang tanpa diminta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines