Story cover for Fly With Me by Upilea
Fly With Me
  • WpView
    LECTURES 231
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 10
  • WpView
    LECTURES 231
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Chapitres 10
En cours d'écriture, Publié initialement mai 08, 2020
"Lo sesuka itu ya, nyamain diri lo sendiri sama semut? Makhluk kecil yang nggak berdaya itu?"

Mata Areel terbelalak mendengar ucapan Bima. "Lo baca sampai mana, hah?! Gue bilang itu buku gue! Jadi, balikin sekarang!"

"Gue bisa jadi pesawat buat lo, Reel. Lo boleh naik dengan gratis. Kita bisa bareng terbang ke langit. Dan lo bisa tahu, kalau dia nggak seindah itu untuk disamain sama langit. Langit lebih indah dan terjangkau buat lo. Sedangkan dia? dia bukannya nggak bisa lo gapai, tapi dia memang nggak mau lo gapai, Reel. Biarin gue jadi pesawat buat lo."

Lalu, keduanya terdiam, saling menatap. Bima menatap penuh harap, sedangkan Areel, menatap penuh kegundahan.

Namun, tanpa mereka sadari, saat itu juga, cerita kisahnya berubah. Kisah mereka bukan sekedar kisah Si semut yang ingin menggapai langit, ataupun pesawat untuk Si semut. Tapi, kisah yang benar-benar ada. Kisah yang akan melibatkan hati para manusia.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Fly With Me à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
(Not) A Dream School (On Going), écrit par AnggiPratiwi935
25 chapitres En cours d'écriture
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
INI CINTA BUKAN BENCI cover
RAJAWALI cover
ALANAALANKA. [ ON GOING] cover
Lelah Dilatih Rasa [END] cover
Love & Enemy cover
REGRET  cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
Semu [Completed] cover
(Not) A Dream School (On Going) cover

INI CINTA BUKAN BENCI

23 chapitres Terminé

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊