A Wound

A Wound

  • WpView
    Odsłon 47
  • WpVote
    Głosy 3
  • WpPart
    Części 4
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., maj 14, 2020
Perkenalkan nama aku Zealetta disini aku akan menceritakan bagaimana kisah hidup aku dan perjalanan cintaku. Semoga saja kisah aku bisa memotivasi kalian, pesanku ambil sisi baiknya dan buang sisi buruk nya. Kalian harus percaya bahwa selama hidup itu akan ada perjalanan yang panjang baik senang dan sedih. Disini aku bercerita perihal jatuh hati, jatuh hati yang membuatku menjadi tumbuh dewasa dalam berpikir. Percaya bahwa setelah jatuh hati akan ada sepercik luka patah hati, harus pandai dalam bersabar luka tidak akan bertahan lama jika diri sendiri mau berusaha untuk mencari kesembuhan. Selamat membaca kawan kawan!
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#147
tulisanku
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Hati Yang Beku
  • KHALILA AND OTHERS
  • Admire Or Love
  • BUKA HATI (Completed)
  • Sincere (Nara)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści