DAVIAN
  • WpView
    LECTURES 51
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., oct. 13, 2020
"mama itu kuat banget! Dia itu seperti kupu-kupu! Terus pas aku liat kamu, kamu seperti kupu-kupu juga! Kamu pasti bisa kayak mama aku!" lanjutnya. Gadis itu tersenyum kecil. Lalu menatap indahnya langit malam dan kemudian menatap origami kupu-kupu itu. Anak lelaki itu ikut tersenyum dan memejamkan matanya sebentar. Muncul bayang-bayang mamanya yang sangat ia rindukan. Kemudian ia membuka matanya dan menatap gadis itu dan tersenyum. "nama kamu siapa? Aku Davian Elard, kamu panggil aku Davin aja" ucap cowok itu sambil berpindah tempat agar posisinya berhadapan kembali dengan gadis itu. Gadis itu tersenyum simpul. "Dinda" *** Ini kisah Davin dan kupu-kupu, yang mengajarkan betapa berharganya orang-orang. Yang mengenal kata rindu dan menyesal. Perjuangan mencari jalan keluar dari masalah yang selalu datang. Menjadi sosok yang kuat. Terbang kemana pun dengan membawa pengaruh positif. Mari masuk, mengikuti bagaimana perjuangan menjadi seperti kupu-kupu.
Tous Droits Réservés
#12
dinda
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • JEVANYA || Stepbrother
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • THE CLIMB [Completed]
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • AETERNA  | Selesai✓
  • She's Alexsya [On Going]

"Lihat, siapa yang jalang? Lo atau nyokap gue?" tanya Jevan dengan tatapan mengejek, hal itu membuat Vanya berdecih dan tersenyum miring. "Gak ada yang lebih nikmat dari penghianatan bukan? Ayo bikin lo dan gue berkhianat sama orang tua kita masing-masing." |~~| Mati rasa. Itulah yang Jevan simpulkan untuk kondisi saudara tirinya saat ini. Vanya terlihat baik baik saja dari luar, namun Jevan tahu bahwa Vanya begitu kesakitan di dalam. Masalalu yang begitu kelam membuat Vanya kesulitan untuk menyadari bahwa masih ada orang yang perduli padanya. Namun, dirinya selalu menyangkal semua itu. Ia beranggapan bahwa tidak ada lagi yang perlu ia percayai di dunia ini. Pukulan demi pukulan, perkataan menyakitkan, dan tingkah licik sang Papah membuat Vanya menyimpan dendam yang besar. Dendam yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anak pada orang tuanya sendiri. Namun, itulah Vanya, ia benar benar mati rasa hingga menganggap ia hidup sendirian di dunia ini. INFO : (UPDATE 2 MINGGU 1 KALI) Start : 11 Juni 2024 Finis : --

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu