HILYA
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
WpInfo
Non-Fiction
kisah seorang perempuan cantik bermata coklat bernama HILYA ALFATHUNISSA. Perempuan dengan khimar panjang itu sangat menyukai ketenangan dan keindahan. Perempuan yang terlihat tegar namun sebenarnya rapuh, selalu menebarkan kebaikan kepada orang-orang sekitar, mudah tersenyum, dan dapat dengan mudah bergaul dengan banyak orang. Hilya sangat menyukai keindahan malam yang tenang, menikmatinya diwaktu malam adalah hobinya. Hilya juga sangat menyukai senyuman, mungkin banyak orang yang heran jika bertemu dengan seorang perempuan bermata lentik ini dia selalu tersenyum dalam keadaan apapun, bahkan dia sangat membenci orang yang tidak pernah senyum. Aneh bukan? Ya itulah Hilya. Namun kesukaannya terhadap senyuman tidak bertahan lama saat luka itu datang. Luka yang sangat besar dapat mengambil semua kebahagiaannya, Dia yang dulu tertawa sekarang hanya air mata yang dikeluarkan. Dia yang sangat menyukai keindahan akhirnya tidak dapat melihat itu semua. Dia sangat membenci seseorang yang telah mengambil semua kebahagiaannya.
All Rights Reserved
#162
senyuman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ketika ku harus memulai tuk berhijrah
  • Belajar Mengikhlaskan
  • »The Love Behind Secrets!
  • KHALISA🖤
  • DEARWA [END]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • My Quuen is Bad Gril
  • Bianglala
  • Our Love Story
  • Your Beautiful Eyes (END)

Cerita ini Menggambarkan tentang kisah perjuangan hijrah seorang gadis yang penuh dengan berbagai tantangan yang harus ia lalui mulai dari berbagai macam cancian dan makian yang ia harus telan seorang diri. HIJRAH adalah proses perjalanan seorang hamba menuju taat, bukan tentang siapa yang lebih dahulu memulai, tapi tentang siapa yang bertahan sampai husnul khatimah. Apakah aku akan terus mampu untuk bertahan dan selalu istiqamah menuju jalan-Nya ? Aku sangka aku telah berhijrah. Air mata hidayah mengalir deras Di awal - awal mengenal dakwah Tapi mengapa? Air mata kering dan bahkan habis Setelah mengenal dakwah Kerasnya hati, buruknya adab dan akhlaq. Istighfar, majelis ilmu dan Al - Qur'an Semoga bisa mengalir kembali 🍃

More details
WpActionLinkContent Guidelines