DESTINY

DESTINY

  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 10, 2020
AXELLE ALVARO SETIAWAN, adalah seorang pewaris tunggal sekaligus pembisnis fashion ternama. EL sendiri memiliki kehidupan layaknya keluarga kerajaan. Selain menikmati kekayaan keluarganya, ia juga merupakan pemilik bisnis fashion yang sukses. Namun sejak orang tua nya berpisah kehidupan EL berubah total. Dia merasa kehidupannya kini hampa. " haruskah aku mengakhiri hidupku? dengan ini, aku bisa tenang".
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Being a Good Papa [ End ]
  • I Love You, Suamiku!
  • suger deddy vs bebysister(tamat)
  • Lembayung | HIATUS
  • AZRAELLA
  • Sang Pemilik Rahasia (ON GOING)
  • With Edelweiss ✓
  • Between My Revenge and Your Wounds
  • Shorts Story

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido