Sinar di Langit Fajar

Sinar di Langit Fajar

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 21, 2021
Kenapa.... Semuanya datang dan berlalu dengan cepat... Yang seolah olah hanya datang untuk menyapa... Yang tanpa disadari menyelinap memasuki celah yang kututup rapat rapat... Dan dengan angkuhnya menetap tanpa memberikan sebuah kepastian... Lalu semestapun seolah-olah ikut berkonspirasi.... Dengan membuat pertemuan pertemuan tak terduga... Hingga membuat sebuah debar debar mengagumkan... Dan tanpa disadari meninggalkan sebuah rasa yang amat sulit dijabarkan.... "Sinar Mentari" Tentang sebuah takdir yang tak bisa di tebak mempertemukan Sinar Mentari (21 th) dengan sosok yang berada di masa lalunya Fajar Alghifahri (22 th). Saat Sinar masih berharap pada Fajar, semesta pun ikut berkonspirasi dengan mempertemukan Sinar dengan Langit Arganta Biru (27 th) yang mampu menjungkir balikkan kehidupannya. Akankah Sinar masih terus berharap pada Fajar setelah sebuah kenyataan menghantamnya ataukah bersama dengan Langit yang merupakan sosok menyebalkan, dingin dan angkuh? Happy Reading!
All Rights Reserved
#5
kharisma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Di Antara Akar dan Langit
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • Pastry Love Story
  • Janji Surgaku (TAMAT)
  • ALIF (TERBIT)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines