Diksi Tak Hidup

Diksi Tak Hidup

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 14, 2022
Kalau manusia dinamakan makhluk hidup, maka benda disebut tak hidup. Dari sini paham, kan? Kalau manusia berperasaan, maka benda tidak berekspresi. Benda mungkin adalah kata, gabungan huruf yang bermakna. Walau benda itu mati, kata bisa menghidupkan, benar? Lebih jelasnya, ini diksi benda, yang katanya tak hidup, bisa dibuang kalau sudah rusak, lalu dijual untuk dirongsokkan. Benda yang tidak punya ekspresi untuk emosi bagaimanapun, katanya. Tapi saya nggak mau begitu. Saya beritahu ya, Ini tentang benda yang dimanusiakan manusia, yang berperasaan, lalu memiliki kisahnya masing-masing. Cek saja, mungkin bisa membuat belajar jadi manusia yang tidak menyampahkan benda. Paham?
All Rights Reserved
#37
benda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • ILUSI
  • Cinta Itu Dusta Sakura Itu Nyata
  • Butterfly's Sleep
  • 𝐓𝐢𝐭�𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Edelweis ✔️
  • jangan percaya seseorang
  • Canvas of Love (Tamat)

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines