Diksi Tak Hidup

Diksi Tak Hidup

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 14, 2022
Kalau manusia dinamakan makhluk hidup, maka benda disebut tak hidup. Dari sini paham, kan? Kalau manusia berperasaan, maka benda tidak berekspresi. Benda mungkin adalah kata, gabungan huruf yang bermakna. Walau benda itu mati, kata bisa menghidupkan, benar? Lebih jelasnya, ini diksi benda, yang katanya tak hidup, bisa dibuang kalau sudah rusak, lalu dijual untuk dirongsokkan. Benda yang tidak punya ekspresi untuk emosi bagaimanapun, katanya. Tapi saya nggak mau begitu. Saya beritahu ya, Ini tentang benda yang dimanusiakan manusia, yang berperasaan, lalu memiliki kisahnya masing-masing. Cek saja, mungkin bisa membuat belajar jadi manusia yang tidak menyampahkan benda. Paham?
All Rights Reserved
#33
benda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Butterfly's Sleep
  • ILUSI
  • Secangkir Nanah
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Edelweis ✔️
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Coincidence

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines