ANTAGONIST

ANTAGONIST

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 18, 2022
Apa hal paling krusial bagi seorang wanita? Maya sangat tahu jawaban nya, wajah. Bagi Maya, wajah cantiknya adalah harta paling berharga yang pernah dimilikinya. Terlalu naïf jika orang bilang kalau wanita cantik bukanlah di lihat dari wajah tapi dari hati nya. Maya sangat ingin meneriaki para pembohong itu sekencang-kencang nya, karena nyatanya wanita berwajah cantik masih selalu setingkat lebih tinggi dari mereka yang di sebut wanita baik di pandangan orang-orang. Tapi untung nya selain wajah cantiknya, Tuhan juga bermurah hati memberikan otak licik pada nya. Ia tak pernah sembrono melakukan hal-hal yang dapat membuat orang lain melukai reputasinya, Maya si gadis cantik yang baik hati. Dan dengan reputasi itulah ia hidup dengan penuh kepalsuan. "Kata pepatah, wajah manusia itu ada tiga, ditujukan untuk dunia, untuk orang terdekat, dan untuk dirinya sendiri. Jadi wajah mana yang sedang kau pakai sekarang?" Image source : Pinterest
All Rights Reserved
#67
beauty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Extraordinary Zini (END)
  • Amaranggana
  • Beauty stress
  • BROKEN HEART [END]
  • Rewrite The Stars #MILER3 (Mini Book) (END)
  • Angel Baby
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Kenapa Harus Dia? END ✔️

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines